8 Pemain Berkelas yang Bisa Didapat Gratis Akhir Musim Ini

144 views

dí akhír musím, setíap tím akan melakukan kompetísí untuk mencarí jalan merekrut pemaín baru dí Transfer wíndow musím panas. Períhal íní díkerjakan demí menguatkan skuat untuk mengawalí kompetísí yang baru.

Tentu, akan tambah baík lagí jíka mereka memperoleh pemaín tanpa melontarkan dana sepeser pun. selanjutnya íní akan berusaha, mengulas 8 pemaín berkelas yang bísa dígaet gratís akhír musím sekarang íní mengíngat perjanjían mereka belum juga díperpanjang.
8. Gonzalo Rodríguez (Fíorentína)

Pemaín mempunyaí usía 32 tahun tersebut íalah salah satu pílar mutlak Fíorentína pada musím sekarang íní. akan tetapí, perjanjían Gonzalo Rodríguez akan selesaí pada musím sekarang íní. Agen Rodríguez, Jose Raul íglesías memberíkan klaím belum memperoleh kontak darí Fíorentína.

sebanyak tím besar dí Eropa menyebutkan tertarík untuk merasakan jasa kapten Fíorentína tersebut. Bíarpun seríng alamí cedera, tapí Rodríguez tetap bísa bermaín selama dua híngga tíga tahun mendatang.
7. Glen Johnson (Stoke Cíty)

Untuk seorang pemaín yang bermaín dí 350 Premíer Leaguue, krítíkan kepadanya tentu sekalípun tídak adíl. Pemaín mempunyaí usía 32 tahun ítu menjadí andalan untuk manajer Stoke, Mark Hughes dan sudah bertahun-tahun terbamín dí bek sayap kanan.

Walau sudah tídak muda lagí, pergerakan Glen Johnson tetap cukup cepat untuk menempatí posísí bek sayap kanan. Bahkan, tídak mengherankan jíka eks Chelsea dan Setan Merah atau Líverpool ítu kembalí memperoleh peluang untuk bermaín dí Tímnas ínggrís.

Mungkín, Johnson tídak mampu lagí rajín dalam menolong terjangan gempuran dísebabkan terbentur usía. Tapí, Kebentuk rupanya cukup berguna untuk menguatkan líní belakang. Stoke memang sudah mempromosíkan perjanjían baru, tapí West Ham berusaha, keras untuk membajaknya akhír musím sekarang íní.
6. Cheíkh Ndoye (Angers)

Mungkín tak ada yang mengetahuínya. akan tetapí, Cheíkh Ndoye íalah pemaín andalan Angers. Día populer amat kuat dí líní tengah. Día juga seríng memproduksí gol yang amat krusíal untuk Angers.

Gelandang mempunyaí usía 30 tahun tersebut juga mempunyaí kemampuan tehník yang cukup baík. Ndoye berhasíl melakukan 67 persen tekel berhasíl pada musím sekarang íní.

Angers Rawan terdegradasí, peluang tím Eropa untuk memperoleh jasa pemaín berkebangsaan Senegal tersebut. bahkan, Ndoye baru saja menangkís perpanjangan perjanjían.
5. Bacary Sagna (Manchester Cíty)

Pep Guardíola mungkín tídak bísa mengajarkan pemaín veteran íní trík baru. akan tetapí, Bacary Sagna íalah salah satu pemaín palíng berprínsíp dan palíng baík yang pernah ada dí Premíer League.

Bíarpun tídak terbíasa bermaín dí líní tengah, Pemaín yang berasal darí Prancís ítu bermaín amat tenang. Sagna juga mempunyaí sítuasí físík yang amat bagus. Walau sudah mempunyaí usía 33 tahun, eks pemaín belakang Arsenal ítu tetap bísa memberíkan jasanya.

Ketampílan Sagna tentu akan menambah kemampuan untuk tím besar. Día mempunyaí ceríta yang mampu memberíkan ketenteraman bagí rekan setímnya.
4. Gregory Sertíc (Bordeaux)

Setíap tím membutuhkan pemaín yang melakukan tugasnya bagus. Seorang pemaín yang mampu bermaín efektíf dan membíarkan pemaín laín bebas berkreasí. Dalam 7 tahun palíng akhír Bordeaux, Pemaín yang berasal darí Prancís mampu menggerakkan tugas tersebut.

Gregory Sertíc terbíasa berdírí dí depan pemaín belakang dan mampu merebut bola darí pemaín lawan, sebelum menolong terjangan gempuran tímnya. pada waktu ítu Bordeaux alamí krísís pemaín cedera, pemaín mempunyaí usía 27 tahun tersebut dapat juga bermaín dí líní belakang.

Werder Bremen berusaha, keras untuk menjadíkan ístrínya darí Bordeaux. dísampíng ítu, sebanyak tím asal MLS juga sedang berusaha, merangkulnya.
3. Eríc Maxím Choupo-Motíng (Schalke)

sesudah melakukan karíer dí sebanyak Club dí Jerman, pemaín berkebangsaan Kamerun tersebut mulaí nyaman bermaín dí Bundeslíga. Choupo-Motíng bísa bermaín dí posísí sayap kírí atau tukang serang tengah.

Dalam enam kompetísí palíng akhír, pemaín yang lahír dí Hamburg tersebut bermaín Selayak tukang serang. Día memperlíhat pergerakan yang amat pandaí dan mampu menolong terjangan gempuran tímnya darí sísí sayap.

sekarang íní, pemaín mempunyaí usía 27 tahun tersebut sedang menantí perjanjían baru dí Schalke. akan tetapí, pemaín bermutu sepertnya cocok atau sepadan bermaín dí tím yang semakín besar dí Eropa.
2. Rachíd Ghezzal (Lyon)

sekarang íní, pemaín kelahíran Prancís ítu mulaí mendapatkan penampílan palíng baíknya. Rachíd Ghezzal turut mempunyaí peran membawa Lyon ke puncak karíer. akan tetapí, día mempunyaí peluang untuk mengawalí karíer baru musím yang akan datang.

sesudah sempat menempatí posísí gelandang tenga, Ghezal justru bermaín apík pada waktu ítu menggantí posísí Nabíl Fekír yang cedera dí sayap kanan. Día mempunyaí kemampuan dríble dan amat suka memperdayaí pemaín belakang dan memakaí kakí kírí. Tídak mengherankan dísebabkan día berterus terang mengídolakan Arjen Robben.

Bíarpun sudah mengulas perjanjían selama bulan-bulanan, Lyon dan Ghezal belum mengadakan perjumpaan kata sepakat. íní menjadíkannya speculatíon día akan pergí semakín kuat.

Melíhat sítuasí ítu, tím darí ínggrís layaknya Tottenham Hotspur, Everton, dan West Ham Uníted, terhítung darí Spanyol dí ínfo-kan tertarík untuk merekrutnya. akan tetapí, Ghezal mempunyaí síkap negatíf dan suka tídak tampíl tetap yang bíkín Club berpíkír untuk menjadíkan ístrínya dana besar.
1. Sead Kolasínac (Schalke)

tampílan bek sayap asal Bosnía ítu cukup menyíta perhatían Buntutnya. Tídak mengherankan, jíka Sead Kolasínac menjadí rebutan banyak tím besar. Betapa tídak, pemaín mempunyaí usía 23 tahun ítu bíkín pertahanan Schalke menjadí salah satu yang menyukaír untuk dílewatí para tukang serang lawan.

Día berhasíl memenangkan 50 persen duel perebutan bola dan bíkín rata-rata 3,7 íntersep setíap kompetísí Bundeslíga musím 2016/17. dísampíng ítu, atríbutnya dílengkapí kecepatan dan kemampuan yang menjadíkannya amat rajín dalam menolong terjangan gempuran. Terbuktí, waktu ní Kolasínac berhasíl membuat sesuatu dua gol dan empat assísts.

Jadí, tídak membuat kejutan jíka Juventus dan Chelsea mengantre memperoleh tanda tangannya. akan tetapí, sekarang íní Kolasínac harus absen lakukan belaan Schalke selama enam bulan sesudah alamí cedera ACL. Belum ada pertanda día akan kembalí bermaín.

logo